02 Januari 2009

Setelah Menikah

"Setelah seorang wanita menikah, dia jadi berubah, padahal suaminya berharap dia tetap sama (manisnya)."

"Setelah pria menikah, dia tetap sama. Namun, sang istri ingin mengubahnya (menjadi lebih baik)."

"Ketika Anda menikah, cintailah suami sedikit saja, namun banyak-banyaklah mengerti tentang dia."

Tiga pernyataan itulah yang menjadi inti. Pria dan wanita begitu berbeda, sehingga tanpa pengetahuan dan pengertian yang jelas tentang perbedaan yang ada, boleh dibilang amatlah tidak mungkin untuk dapat memahami satu sama lain.

Saat kita memutuskan untuk menerima pinangan kekasih kita, ingatlah bahwa seperti apa pasangan kita saat ini, maka seperti itu jugalah dia kelak. Kaum wanita sering dibodohi dengan pemikiran muluk-muluk bahwa pasangan akan berubah dengan sendirinya setelah menikah.

Yang saat pacaran kurang bertanggung jawab, maka nanti saat menikah, suami pasti akan lebih bertanggung jawab. Sayangnya impian yang indah ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Jika pasangan Anda saat ini adalah seorang yang tidak bertanggung jawab, seorang pemabuk, play boy, boros, dan lain-lain, maka dia akan tetap seperti itu setelah menikah.

Maka, sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya, kita berpikir beribu-ribu kali (kalau perlu berjuta-juta kali) jika ingin menikah dengan pria semacam itu. Lebih baik seorang miskin dari pada seorang pembohong bukan?!

Namun, ada juga wanita-wanita tangguh yang mau, rela menerima pria se'macam' itu, pria yang jelas-jelas memiliki kekurangan-kekurangan yang sebenarnya sukar ditolerir oleh kaum hawa.

Atau mungkin, Anda adalah salah satu korban dari impian muluk yang tidak kesampaian itu. Saat menikah dulu, Anda berharap agar suami berubah, dan ketika menghadapi kenyataan yang ada sekarang, Anda pun kecewa.

Jangan mundur atau patah semangat. Ketika Anda menceburkan diri dalam kolam pernikahan, maka jangan pernah berpikir untuk meninggalkan kolam itu. Anda harus tetap menjalaninya karena itu adalah pilihan Anda dulu.

Pria hanya perlu dimengerti dan diterima...apa adanya. Dari pada bersusah payah mengubah karakter suami Anda yang tidak Anda suka, ada baiknya Anda menempuh jalan lain, berdoalah.

Minta Tuhan yang mengubah suami Anda. Tetaplah menjadi istri yang baik. Walau mungkin rasa cinta Anda telah sirna, namun tetapkan diri Anda untuk tetap hormat dan mengerti suami Anda.

Dan lihatlah hasilnya, suami Anda mungkin untuk diubahkan lewat kelakuan Anda yang manis. Kelakuan Anda sebagai istri berbicara lebih kuat dari pada kata-kata Anda. Jadi pakailah kuasa sikap dan pengertian Anda untuk memperoleh pernikahan yang lebih baik. Ingat, kuncinya di tangan Anda

Bunga, Bulan, Phoenix Dan Matahari

Seorang wanita bertanya pada seorang pria tentang cinta dan harapan. Wanita berkata ingin menjadi bunga terindah di dunia dan pria berkata ingin menjadi matahari.

Wanita tidak mengerti kenapa pria ingin jadi matahari, bukan kupu kupu atau kumbang yang bisa terus menemani bunga.

Wanita berkata ingin menjadi rembulan dan pria berkata ingin tetap menjadi matahari. Wanita semakin bingung karena matahari dan bulan tidak bisa bertemu, tetapi pria ingin tetap jadi matahari.

Wanita berkata ingin menjadi Phoenix yang bisa terbang ke langit jauh di atas matahari dan pria berkata ia akan selalu menjadi matahari.

Wanita tersenyum pahit dan kecewa. Wanita sudah berubah 3x namun pria tetap keras kepala ingin jadi matahari tanpa mau ikut berubah bersama wanita. Maka wanita pun pergi dan tak pernah lagi kembali tanpa pernah tahu alasan kenapa pria tetap menjadi matahari.

Pria merenung sendiri dan menatap matahari.

Saat wanita jadi bunga, pria ingin menjadi matahari agar bunga dapat terus hidup. Matahari akan memberikan semua sinarnya untuk bunga agar ia tumbuh, berkembang dan terus hidup sebagai bunga yang cantik. Walau matahari tahu ia hanya dapat memandang dari jauh dan pada akhirnya kupu kupu yang akan menari bersama bunga.

Ini disebut kasih yaitu memberi tanpa pamrih.

Saat wanita jadi bulan, pria tetap menjadi matahari agar bulan dapat terusbersinar indah dan dikagumi. Cahaya bulan yang indah hanyalah pantulan cahaya matahari, tetapi saat semua makhluk mengagumi bulan siapakah yang ingat kepada matahari. Matahari rela memberikan cahaya nya untuk bulan walaupun ia sendiri tidak bisa menikmati cahaya bulan, dilupakan jasanya dan kehilangan kemuliaan nya sebagai pemberi cahaya agar bulan mendapatkan kemuliaan tersebut.

Ini disebut dengan Pengorbanan, menyakitkan namun sangat layak untuk cinta.

Saat wanita jadi Phoenix yang dapat terbang tinggi jauh ke langit bahkan di atas matahari, pria tetap selalu jadi matahari agar Phoenix bebas untuk pergi kapan pun ia mau dan matahari tidak akan mencegahnya. Matahari rela melepaskan phoenix untuk pergi jauh, namun matahari akan selalu menyimpan cinta yang membara di dalam hatinya hanya untuk phoenix.

Matahari selalu ada untuk kapan pun ia mau kembali walau phoenix tidak selalu ada untuk matahari. Tidak akan ada makhluk lain selain yang bisa masuk ke dalam matahari dan mendapatkan cinta nya.

Ini disebut dengan Kesetiaan, walaupun ditinggal pergi dan dikhianati namun tetap menanti dan mau memaafkan.

Ingin menjadi apakah anda bagi pasangan anda?...

Bunga?...

Matahari?...

Bulan?...

atau Phoenix
Powered By Blogger

Pengikut