27 September 2008

Di hari yang fitri ini,

ketika beberapa saat yang lalu,

ketika riak-riak kehidupan dihadapi dengan hati suram,

ketika berbagai peristiwa melintas seringkali dihadapi dengan tak bijak…

sehingga menenggelamkan kalbu ke dalam lembah kesalahan dan kekhilafan…

ketika mata salah memandang,

ketika mulut seringkali salah dalam berucap,

ketika segala ucapan dan perilaku, semata hanya mengoyak hati nurani,

menabur luka tak terobati di hati siapapun…

ketika hati kerap salah menduga,

ketika terlupa diri ini tuk menggemakan kebesaran Tuhan,

ketika tak pernah lagi kedua tangan ini bersimpuh memohon anugerah Nya sekaligus ampunan Nya,….

kembali karunia Nya menyirami kalbu…

mengantarkan kesempatan,

tuk merasakan kebahagiaan melalui akal yang kembali jernih,

nurani yang kembali bersih,
dan warna hidup yang kembali putih,

serta perilaku yang kembali tulus….

ketika gema takbir memenuhi sanubari kembali jiwa bersujud dalam kebahagiaan kembali kesucian memenuhi kalbu…

kembali menyongsong Idul Fitri…
Selamat Idul Fitri 1 SYAWAL 1429 H…

Taqaballahu Mina Waminkum, Taqabal ya karim

Ay mohon maaf lahir dan batin atas segala salah


24 September 2008

Aku mencintaimu setelah aku belajar menyayangimu,

Aku menyayangimu setelah aku belajar menyukaimu,

Aku menyukaimu saat sayang dan cintaku utuh kepadamu.

Saat pamrih hilang dari hatiku secara menyeluruh,

dan kita lalu berkata "mari kita gambar kanfas hidup kita dengan suka, sayang dan cinta...."

Dan kita hanya saling berpandangan

Karena mengerti suka adalah makna yang sama dari sayang,

dan sayang adalah perwujudan abadi dari cinta.

Untuk dirimu... cinta dan sayang dalam asa jiwa ku

15 September 2008

Sangat menyakitkan memang mengatakan sesuatu yang membuat seseorang yang kita sayangi terluka. Tetapi hari ini aku tetap aja membuat dia terluka. Aku sudah g kuat lagi... Maaf... hanya itu yang bisa aku ucap dari dalam lubuk hati ini. Seandainya kamu bisa melihat bagaimana hati ini menangis........

09 September 2008

Tuk Bunda ......

Sang waktu begitu cepat berlalu
Ia terus berlalu

Sang waktu telah mengukir sebuah kenangan
Kenangan yang selalu menghampiriku
Yang mampu menumpahkan segala lara

Aku pernah kehilangan
Dan sekarang kehilangan tuk kesekian kalinya

Apa mungkin aku bisa mendapatkan rasa itu
Bahkan tuk sekedar rasa
Melihatmu… memelukmu…merawatmu
Tak pernah ku merasakannya
Meski bukan bunda kandungku
Kuingin ingin dapat semua rasa itu

Sang waktu tak mampu menghilangkannya dari ingatan
Berharap ini hanya sebuah mimpi
tapi...ini nyata
Kenyataan pahit yang harus ku terima

Kenapa bunda pergi tanpa kembali?!
Aku selalu berharap bunda kembali
Tapi aku sadar itu mustahil

Kini aku hanya bisa merelakan mu
Walau berat hati
Pergilah bunda....
Pergilah dengan senyuman terakhir untuk anak-anakmu

Selamat jalan bunda
Maafkan atas kesalahan Ay
Do'a Ay selalu teriring tuk bunda

Powered By Blogger

Pengikut